Turki Atau Kegagalan Erdadogan untuk PBSI

Turki Atau Kegagalan Erdadogan untuk PBSI

Banyak tantangan untuk tujuan memberikan PBSI masih dalam tahap awal dan mereka belum direalisasikan. Ketika kita bergerak maju, kita perlu memahami bagaimana PBSI (Peace Building Measures Initiative) mencapai tujuan ini.

Turki Atau Kegagalan Erdadogan untuk PBSI Indonesia

Kami telah menempuh jalan ini sebelumnya: Turki, Turki Erdadogan, dan komitmen mereka untuk bergerak maju dengan proyek hanya untuk melihat proyek itu berantakan. Mereka berkomitmen untuk mencapai PBSI dalam totalitasnya, tetapi kemudian ada yang salah, yang mengakibatkan kemunduran besar untuk tujuan utama mereka, yaitu perdamaian.

Di Turki, Turki Erdadogan, dan bahkan sekarang di Indonesia, Anda harus menerima bahwa akan ada saat-saat ketika segala sesuatunya salah. Dan saya yakin Anda tahu. Mungkin karena berbagai alasan, tetapi faktanya tetap bahwa PBSI tidak dapat bekerja tanpa organisasi yang kredibel mendukungnya, dan para pemimpin organisasi tersebut harus dapat mengambil risiko, mengelola konflik, dan memilih pendekatan yang tepat.

Masalahnya adalah bahwa sebagian besar pemimpin ini (dan mereka memang pemimpin, karena mereka saat ini sedang membuat keputusan tentang masa depan PBSI dan masa depan Indonesia) terlalu takut untuk mengambil risiko, atau mereka menjadi kecanduan pada struktur organisasi, dan mereka lebih suka untuk tidak mengubahnya. Kegagalan mereka untuk menghormati peta jalan menciptakan kesalahan-kesalahan besar yang pada akhirnya menyebabkan konflik.

BACA JUGA : Meski Lama Tidak Juara, Indonesia Masih Menjadi Raja di Seri Thomas Cup

Turki Atau Kegagalan Erdadogan untuk PBSI Jakarta

Jika sistem PBSI berantakan karena ada terlalu banyak organisasi dan pemimpin yang gagal, lalu mengapa para pemimpin PBSI tidak menyadari hal ini? Alasannya adalah bahwa mereka telah begitu terkunci dalam struktur organisasi dan kepemimpinan mereka, sehingga mereka hanya memiliki visi terbatas tentang masa depan proyek.

Yang perlu Anda pahami adalah bahwa tanpa pemimpin yang mau mengambil risiko (dan tentu saja, tanpa kegiatan juga), proyek yang sebenarnya akan menemui ajal. Itu tidak berarti bahwa proyek yang sebenarnya tidak dapat berhasil.

Pada KTT Pendidikan di Istanbul, saya melihat apa yang dilakukan oleh Success for All Fund. Pada awalnya, sepertinya itu berantakan, dan tampaknya seolah-olah ada masalah dalam pelatihan tim Indonesia, tetapi ketika saya berbicara dengan para pemimpin tim, saya menemukan bahwa mereka bertekad dan fokus pada tujuan, dan bahwa mereka tidak akan berhenti dalam menghadapi kesulitan.

Inilah tepatnya yang Anda butuhkan untuk mencapai hasil yang baik dari KTT Pendidikan. Anda tidak dapat mengharapkan tim untuk menerima risiko ketika mereka belajar bagaimana melakukannya.

BACA JUGA :  Cerita Sejarah Bulu Tangkis

KTT Pendidikan Di Turki

Akhirnya, izinkan saya mengatakan bahwa kelompok yang memimpin kesuksesan bagi semua organisasi tidak secara pribadi bertanggung jawab atas jatuhnya KTT Pendidikan di Turki dan apa yang terjadi di Jakarta, Indonesia. Pada titik ini, pertanyaannya adalah apakah Anda bisa melanjutkan.

Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa kelompok yang memimpin PBSI dan KTT Pendidikan di Turki Erdadogan, entah bagaimana, bertanggung jawab atas penurunan kedua program tersebut. Sampai batas tertentu, itu bukan pendapat pribadi saya.

Bagaimanapun, kita harus bertanya apakah tim di Turki Erdadogan akan memiliki keberanian untuk melawan presiden mereka (Erdogan) dan menempatkan uang mereka di mulut mereka dan bergerak maju untuk membuat kemajuan. Ini mungkin proses yang menyakitkan, tetapi itu adalah salah satu yang akan diperlukan untuk mendapatkan kesuksesan PBSI untuk Indonesia dan untuk Turki.

Intinya adalah bahwa runtuhnya PBSI Indonesia (KTT Pendidikan) dan PBSI Turki (PBSI Turki) dapat dicegah. Jika Anda menerima pelajaran yang dipetik dari Turki dan Indonesia, Anda tidak akan membiarkan PBSI Anda berantakan seperti halnya Turki Erdadudogan.

Related Post